buat teman2 lincak yang baru bergabung, selamat datang,pementasan kalian kemarian kemarin luar biasa!!!
aku bingung kawan
lg g punya ide buat pementasan tgl 19..,piye iki?adakah yang punyaide??
ntar sore jangan lupa kumpul zaaa..
Hari Ini Aku Membaca Calon Arang
Pramudya Ananta Toer,
aku kembali menjadi anak kecil di penamu
yang dengan lugu bersuara “bagaimana kelanjutan ceritanya bunda?”
hingga tak terasa sekerat buku itu habis kutelan dan menghantarkanku
bukan pada lelap, tapi pada bayangan kekejaman sang Calon Arang
otakku yang telah begitu rumit memilah benar dan salah
kembali dengan gamblang menguak putihnya sang pertapa Empu Baradah (pekik)
terimakasih…
lincak,
makasih banget dah ngasih ruang yang begitu melegan ketika semua menghimpit menyesakkan dada.
makasih banget atas pundak yang selalu ada ketika aq ingin tersedu
makasih banget, selalu ada ketika yang lain menjauh.
SOUL !
-yang pernah menyebut dirinya “ANGIN”-
sahabat
ini kutilis ketika jarum menikamkan dirinya pada ulu hati
diantara riakmu yang semakin dekat dengan wahyu kedaton
kuucap selamat atas nahkoda baru
semoga lincak semakin diristu Sang Hyang, Sang segala, Gusti Allah kang kuoso
yuuuk???
apa yang terselip di antara deru dan riuh ombak..
aku ingin sekali tau..
ke pantai yuuk…?? hee…
_CaNdy_
ke pantai yuk? rasanya suntuuuuuukk bgt… sumpe de..
serius nih, teman2.. yuk??? ya? ya? ya?????
yang setuju angkat tangan!
(kayak perampokan di bank aja ya? he he he…)
_CaNdy_
Di pelukanmu; sang hyang
aku merasa telanjang
tapi semakin lama aku bertanya,
kenapa dipelukanmu aku boleh telanjang?
apa kau telah menjadi istriku?
jika benar begitu,
aku mesti menafkahimu dengan apa?
cukupkah dengan wirid semalam suntuk?
atau tapa dari segala yang telah kau sajikan
namun mengapa saat kubuka mata,
kaupun telanjang
lebih dari ketelanjanganku;
tanpa malam dan siang
(pekik)
semangat!!
Air,angin,api,tanah,anak manusia,,SEMANGAT!!!
sukses buat inagurasi.
berikan yang terbaik untuk lincak.
karena kita adalah keluarga.
Lincak,soul!!
_angin
_
untukmu kawan
Untukmu kawan;
Para nafas Sanggar Lincak
Seorang tua dengan tongkat di tangan dan batuk yang terus menderu
berjalan tertatih
mencari kursi yang semalam diimpikannya
ia terus berjalan
dan akan terus berjalan
Hingga suatu detik,
kalian mengijinkan ia untuk duduk diantara kalian
kalian tahu,
ia begitu bangga hadir diantara mu
mu
dan
mu
Jika kau penasaran tentang bagaimana aku tahu tentang kakek itu,
siang kemarin ia bercerita panjang lebar tentang kebahagiaannya
sambil memuntahkan air mata
di akhir cerita ia berucap;
“Aku Jatuh cinta kepada kalian, sebesar penolakan kalian atasku”
aku hanya diam
belajar mengeja huruf kembali
menjadi matahari bagi mimpi yang belum sirna
(pekik)