met bergabung

buat teman2 lincak yang baru bergabung, selamat datang,pementasan kalian kemarian kemarin luar biasa!!!

Published in: on 20,September 2008 at 8:00 am  Komentar (1)  

aku bingung kawan

lg g punya  ide buat pementasan tgl 19..,piye iki?adakah yang punyaide??

ntar sore jangan lupa kumpul zaaa..

Published in: on 7,September 2008 at 11:52 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

Hari Ini Aku Membaca Calon Arang

Pramudya Ananta Toer,

aku kembali menjadi anak kecil di penamu

yang dengan lugu bersuara “bagaimana kelanjutan ceritanya bunda?”

hingga tak terasa sekerat buku itu habis kutelan dan menghantarkanku

bukan pada lelap, tapi pada bayangan kekejaman sang Calon Arang

otakku yang telah begitu rumit memilah benar dan salah

kembali dengan gamblang menguak putihnya sang pertapa Empu Baradah (pekik)

Published in: on 4,Agustus 2008 at 2:04 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

terimakasih…

lincak,

makasih banget dah ngasih ruang yang begitu melegan ketika semua menghimpit menyesakkan dada.

makasih banget atas pundak yang selalu ada ketika aq ingin tersedu

makasih banget, selalu ada ketika yang lain menjauh.

SOUL !

-yang pernah menyebut dirinya “ANGIN”-

Published in: on 19,Mei 2008 at 1:39 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

sahabat

ini kutilis ketika jarum menikamkan dirinya pada ulu hati

diantara riakmu yang semakin dekat dengan wahyu kedaton

kuucap selamat atas nahkoda baru

semoga lincak semakin diristu Sang Hyang, Sang segala, Gusti Allah kang kuoso

Published in: on 25,April 2008 at 3:44 pm  Komentar (2)  

yuuuk???

apa yang terselip di antara deru dan riuh ombak..

aku ingin sekali tau..

ke pantai yuuk…?? hee…

_CaNdy_

Published in: on 27,November 2007 at 1:38 pm  Komentar (1)  

ke pantai yuk? rasanya suntuuuuuukk bgt… sumpe de..

serius nih, teman2.. yuk??? ya? ya? ya?????

yang setuju angkat tangan!

(kayak perampokan di bank aja ya? he he he…)

_CaNdy_

Published in: on 27,November 2007 at 1:21 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

Di pelukanmu; sang hyang

aku merasa telanjang

tapi semakin lama aku bertanya,

kenapa dipelukanmu aku boleh telanjang?

apa kau telah menjadi istriku?

jika benar begitu,

aku mesti menafkahimu dengan apa?

cukupkah dengan wirid semalam suntuk?

atau tapa dari segala yang telah kau sajikan

namun mengapa saat kubuka mata,

kaupun telanjang

lebih dari ketelanjanganku;

tanpa malam dan siang

(pekik)

Published in: on 25,November 2007 at 11:10 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

semangat!!

Air,angin,api,tanah,anak manusia,,SEMANGAT!!!

sukses buat inagurasi.

berikan yang terbaik untuk lincak.

karena kita adalah keluarga.

Lincak,soul!!

_angin :)  _

Published in: on 16,November 2007 at 9:22 am  Komentar (1)  

untukmu kawan

Untukmu kawan;

Para nafas Sanggar Lincak

Seorang tua dengan tongkat di tangan dan batuk yang terus menderu

berjalan tertatih

mencari kursi yang semalam diimpikannya

ia terus berjalan

dan akan terus berjalan

Hingga suatu detik,

kalian mengijinkan ia untuk duduk diantara kalian

kalian tahu,

ia begitu bangga hadir diantara mu

               mu

                       dan

                            mu

Jika kau penasaran tentang bagaimana aku tahu tentang kakek itu,

siang kemarin ia bercerita panjang lebar tentang kebahagiaannya

sambil memuntahkan air mata

di akhir cerita ia berucap;

“Aku Jatuh cinta kepada kalian, sebesar penolakan kalian atasku”

aku hanya diam

belajar mengeja huruf kembali

menjadi matahari bagi mimpi yang belum sirna

(pekik)

Published in: on 2,November 2007 at 3:05 am  Tinggalkan sebuah Komentar  
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.